Demikian disampaiken oleh Kepala Ekonom BNI Tony Prasentiantono kepada detikFinance, Senin (24/8/2009).
"Saya setuju bahwa krisis sudah melewati saat terburuk, jadi kurvanya lebih menyerupai huruf V daripada U. Namun saya belum terlalu yakin pertumbuhan ekonomi kuartal III-2009 di AS sudah positif, mungkin masih 0% (stagnan)," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Natal.
Menurutnya bagi Indonesia ini tetap kabar baik, meski belum tentu dapat memanfaatkannya secara optimal.
"Artinya, neraca perdagangan kita tidak serta merta langsung meningkat surplusnya, karena elastisitas permintaan terhadap barang-barang kita elastisitasnya tidak terlalu tinggi," katanya.
Dikatakan Tony, pekerjaan rumah terbesar Indonesia saat ini adalah tetap mengupayakan mengakselerasi investasi.
"Kredit perbankan selama semester I-2009 hanya tumbuh 5%. Harus ngebut di semester II-2009 melalui penurunan suku bunga bank yang sedang diupayakan 14 bank terbesar," tandasnya.
(qom/qom)










































