"Henan menjadi provinsi dengan produksi gandum yang cukup besar, barangkali ini menjadi pilihan untuk kebutuhan gandum kita, selama ini kita beli dari Kanada, AS dan Australia," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris di acara kunjungan delegasi provinsi Henan China, di kantor Depperin, Senin (24/8/2009).
Fahmi menambahkan, kerjasama dengan Henan di bidang bibit ini memungkinkan karena Indonesia sedang mengembangkan produk pertanian berbasis hybrid, sedangkan Henan terkenal dengan kemajuannya di bidang pertanian termasuk makanan olahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potensi Realisasi Investasi US$ 200 Juta dari China
Di tempat yang sama, Gubernur Henan Guo Gengmao ditempat mengatakan, hari ini pihaknya bersama Depperin setidaknya telah menandatangani 6 perjanjian dari dunia usaha dan pemerintah termasuk diantaranya MoU mengenai bidang realisasi investasi baja Mandan Steel di Kalimantan Selatan.
"Kira-kira realisasinya US$ 200 juta," katanya.
Dikatakannya Indonesia menjadi salah satu tempat yang paling bagus untuk melakukan investasi termasuk dari investor China. Namun ia juga tidak menutup kemungkinan bagi investor Indonesia berinvestasi termasuk bidang pertanian, semen, alumunium di Henan.
"Saya yakin dalam waktu dekat akan ada realisasi investasi kedua belah pihak," jelasnya.
(hen/qom)











































