Program Stimulus Revitalisasi Pasar Baru Terserap 6,88%

Program Stimulus Revitalisasi Pasar Baru Terserap 6,88%

- detikFinance
Rabu, 26 Agu 2009 10:12 WIB
Program Stimulus Revitalisasi Pasar Baru Terserap 6,88%
Jakarta - Departemen Perdagangan (Depdag) mencatat penyerapan program stimulus revitalisasi pasar dan gudang mendekati penghujung bulan Agustus 2009 mengalami serapan yang sangat rendah. Serapan dana program revitalisasi pasar hingga tanggal 19 Agustus baru terserap 6,88% dan program stimulus gudang hanya 3,17% hingga 15 Agustus 2009.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menuturkan hingga tanggal 19 Agustus 2009 penyerapan anggaran stimulus pasar baru mencapai Rp 14,792 miliar atau hanya 6,88%.
Rendahnya penyerapan ini,  kata dia,  karena  baru ada 7 daerah yang sudah melakukan pencairan,  untuk sebagian kecil dari dana pembangunan fisik pasar yaitu Tapanuli Utara, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kota Pontianak, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Buru.

"Penyerapan dana akan signifikan ketika pembangunan fisik telah rampung 100%," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa malam (25/8/2009).

Sedangkan untuk stimulus gudang, Mari mengatakan sampai dengan tanggal 15 Agustus 2009 penyerapan anggarannya baru mencapai Rp 3,8 miliar atau  hanya 3,17%.

Menurutnya kecilnya penyerapan anggaran ini disebabkan oleh belum terealisasi belanja modal yang dalam DIPA stimulus mencapai 98% dan juga disebabkan oleh pelaksanaan pembangunan gudang harus melalui proses tender yang diatur dalam Keppres No.80 tahun 2003.

"Dimana proses pelaksanaan tender tersebut mulai perencanaan sampai dengan penentuan pemenang pembangunan fisik membutuhkan waktu 90 hari," kilahnya.

"Penyerapan anggaran stimulus diperkirakan mencapai 100% pada akhir November 2009," katanya.

Meskipun begitu, ia mengklaim, secara prinsip tidak ada kendala yang berarti dalam proses program stimulus revitalisasi pasar dan gudang kecuali masalah-masalah teknis saja yaitu mekanisme lelang yang sesuai dengan Keppres No.80 tahun 2003 yang memakan waktu cukup lama.

Seperti diketahui program stimulus fiskal pasar tradisional pada tahun 2009 ini dianggarkan sebesar Rp 215 miliar untuk pembangunan  pasar tradisional di 23 kab/kota untuk 37 unit pasar.

Sedangkan untuk stimulus gudang dialokasikan anggaran Rp 120 miliar untuk pembangunan  gudang di 34 kab/kota dengan jumlah 41 gudang diantaranya 35 gudang flat dan 6 unit silo.

Pengalihan Lokasi Pembangunan Stimulus Pasar

Dalam rapat kerja komisi VI dengan Departemen Perdagangan disimpulkan bahwa Depdag selaku penanggung jawab program stimulus pasar harus  melaksanakan pemantauan yang efektif terhadap realisasi dana stimulus fiskal 2009 agar tepat waktu.

Selain itu terkait adanya usulan pengalihan lokasi pembangunan pasar di beberapa tempat yang diusulkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri sesuai permintaan para bupati/walikota.

Pihak komisi VI DPR RI menyetujui adanya pengalihan dana pembangunan pasar Bukit Tinggi yang akan dialihkan ke Aceh Besar, dan pembangunan Pasar Kotamobagu dinyatakan tetap. Sedangkan untuk rencana pengalihan dana pembangunan pasar Turi Surabaya akan dibicarakan lebih lanjut antara Depdag dengan Komisi VI.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads