”Kita sedang fokus agar akhir 2010 pasokan listrik disana aman.apalagi mereka mau menjadi tuan Rumah PON,” kata Direktur Sistem Jawa Madura dan Bali, Murtaqi Syamsudin di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoya, Jakarta, Kamis (2/9/2009).
Murtaqi berharap, untuk mengatasi defisit listrik di daerah tersebut, tambahan pasokan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di wilayah Pekanbaru, Riau bisa didapat dari Kalila Energy Bentu hingga sebanyak 30 BBTUD (billion british thermal unit per day ).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Selain adanya tambahan pasokan dari Kalila, kami juga siapkan berbagai langkah lainnya agar sebelum PON listrik disana sudah aman,” ungkap Murtaqi.
Murtaqi menambahkan, pihaknya juga akan fokus dalam pemulihan defisit listrik di Sumatera Utara. PLN juga berjanji pada tahun depan, pasokan listrik di sana sudah mulai membaik mengingat sudah mulai beroperasinya PLTU Labuan Angin dengan kapasitas 2x100 MW dan PLTA Asahan 1 dan 2.
"Jadi tahun depan agak membaik," tandasnya.
Seperti diketahui, PLN Wilayah Riau telah melakukan pemadaman bergilir dengan akibat kemarau. PLN mengklaim pasokan listrik untuk Pekanbaru sempat terjadi kekurangan daya hingga 40 MW.
Humas PLN Wilayah Riau, Delvis Bustami mengatakan, pemadaman bergilir dilakukan dengan durasi 3 jam per hari. Dia menjelaskan, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan karena PLN mengalami defisit pasokan daya antara 25 MW hinga 40 WM. Menurutnya, pasokan daya yang masuk ke Riau saat ini hanya mampu memasok daya dua pertiga dari kebutuhan pada saat beban puncak.
Selain disebabkan penurunan pasokan daya dari sistem interkoneksi Sumatera, kata Delfis, berkurangnya pasokan daya di Riau juga disebabkan oleh kondisi PLTA yang tidak beroperasi maksimal pada musim kemarau.
Kondisi tersebut makin diperparah oleh berkurangnya pasokan daya dari PLTU Ombilin Sumatera Barat yang selama ini menjadi pemasok utama ke Riau. Menurut Delfis, saat ini salah satu mesin pembangkit tengah dalam pemeliharaan.
(epi/ang)










































