PLN Janji Defisit Listrik Riau Teratasi Akhir 2010

PLN Janji Defisit Listrik Riau Teratasi Akhir 2010

- detikFinance
Kamis, 03 Sep 2009 09:39 WIB
PLN Janji Defisit Listrik Riau Teratasi Akhir 2010
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berjanji defisit listrik di Riau akan teratasi akhir 2010. PLN akan fokus mengatasi defisit di Riau mengingat daerah itu akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012.

”Kita sedang fokus agar akhir 2010 pasokan listrik disana aman.apalagi mereka mau menjadi tuan Rumah PON,” kata Direktur Sistem Jawa Madura dan Bali, Murtaqi Syamsudin di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoya, Jakarta, Kamis (2/9/2009).

Murtaqi berharap, untuk mengatasi defisit listrik di daerah tersebut, tambahan pasokan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di wilayah Pekanbaru, Riau bisa didapat dari Kalila Energy Bentu hingga sebanyak 30 BBTUD (billion british thermal unit per day ).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, PLN dan Kalila telah menandatangani Kontrak amandemen perjanjian jual beli gas (PJBG) senilai senilai US$ 678 juta dengan volume 15-30 BBTUD selama 12 tahun. Dengan diamandemennya perjanjian Jual Beli Gas antara PLN dengan Kalila tersebut, maka pasokan gas akan bertambah hingga 30 BBTUD pada Juli tahun depan.

“Selain adanya tambahan pasokan dari Kalila, kami juga siapkan berbagai langkah lainnya agar sebelum PON listrik disana sudah aman,” ungkap Murtaqi.

Murtaqi menambahkan, pihaknya juga akan fokus dalam pemulihan defisit listrik di Sumatera Utara. PLN juga berjanji pada tahun depan, pasokan listrik di sana sudah mulai membaik mengingat sudah mulai beroperasinya PLTU Labuan Angin dengan kapasitas 2x100 MW dan PLTA Asahan 1 dan 2.

"Jadi tahun depan agak membaik," tandasnya.

Seperti diketahui, PLN Wilayah Riau telah melakukan pemadaman bergilir dengan akibat kemarau. PLN mengklaim pasokan listrik untuk Pekanbaru sempat terjadi kekurangan daya hingga 40 MW.

Humas PLN Wilayah Riau, Delvis Bustami mengatakan, pemadaman bergilir dilakukan dengan durasi 3 jam per hari. Dia menjelaskan, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan karena PLN mengalami defisit pasokan daya antara 25 MW hinga 40 WM. Menurutnya, pasokan daya yang masuk ke Riau saat ini hanya mampu memasok daya dua pertiga dari kebutuhan pada saat beban puncak.

Selain disebabkan penurunan pasokan daya dari sistem interkoneksi Sumatera, kata Delfis, berkurangnya pasokan daya di Riau juga disebabkan oleh kondisi PLTA yang tidak beroperasi maksimal pada musim kemarau.

Kondisi tersebut makin diperparah oleh berkurangnya pasokan daya dari PLTU Ombilin Sumatera Barat yang selama ini menjadi pemasok utama ke Riau. Menurut Delfis, saat ini salah satu mesin pembangkit tengah dalam pemeliharaan.

(epi/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads