Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu, untuk memenuhi target tersebut kemungkinan besar pihaknya akan mengambil dividen interim dari salah satu perusahaan plat merah.
"Nggak ada masalah, tapi saya lihat kemungkinan besar ada deviden interim. Tapi besarnya belum tahu," ujarnya usai rapat bersama Panggar di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Nggak lah, Pertamina kan sudah Rp 9 triliun," ujarnya.
Kementerian Negara BUMN juga telah meminta dividen interim untuk memenuhi target setoran dividen tahun buku 2008 yang meningkat menjadi Rp 28,6 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2009. Jumlah dividen interim yang diminta sebanyak Rp 2 triliun dari jumlah tersebut.
Kenaikan setoran dividen tersebut akibat minimnya realisasi penyerapan pajak, sehingga dividen BUMN diharapkan bisa menambal kebolongan tersebut.
(ang/qom)











































