Menurut Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu, pihaknya sudah melakukan simulasi bersama produsen pupuk plat merah.
"Kesimpulan yang didapat hanya dua, jumlah pupuk yang dikurangi atau HET naik sampai 80%," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencatat jumlah pupuk yang diminta antara lain, urea 7 juta ton, superfosfat 1 juta ton, ZA 0,95 ton, NPK 2,2 ton dan organik 0,6 ton. Menurut Said, jumlah tiap jenisnya meningkat dibandingkan tahun ini.
"Apakah regulator sudah siap menerima kenaikan atau memang berencana mengurangi jumlah pupuk? Kalau tidak dilakukan maka pabrik pupuk yang mati," ujarnya.
Masih menurut hasil simulasi yang dilakukan, jumlah subsidi wajar yang seharusnya diberikan dengan jumlah pupuk sebanyak itu maka subsidi yang diberikan seharusnya Rp 23 triliun.
(ang/dro)











































