Hal ini disampaikan oleh Chairman Turkish Arlines Candan Karlitekin dalam acara Inaugural Flight Gala Dinner di Hotel Shangrilla, Sabtu malam (5/9/2009)
"Kita punya 100 tempat duduk dalam sekali penerbangan. Dengan lima kali penerbangan dalam seminggu, mungkin sekitar 25.000 orang per tahun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan pembukaan penerbangan ke Indonesia, lanjut Candan, karena Turki dan Indonesia merupakan anggota G-20 dan D 8. Sehingga Indonesia masuk menjadi negara penting dan pasar yang potensial dimana Indonesia memiliki populasi 240 juta lebih dan Turki 20 juta penduduk.
"Oleh karena itu, kami tidak bisa mengabaikan Jakarta untuk membuka bisnis penerbangan, jadi kami ke sini," katanya.
Selain itu juga, ia mengharapkan agar orang-orang Turki bisa mendapat kesempatan berkeliling Jakarta dan Bali sebagai tempat baru untuk dikunjungi di Indonesia.
"Sampai sekarang, ada sekitar 7000 orang Indonesia per tahun untuk travelling. Karena jumlah ini, kami membuka penerbangan ini sehingga diharapkan bisa bertambah," harapnya.
Untuk saat ini, tiket Jakarta-Istambul PP dibuka dengan harga US$ 469 dan Jakarta-Eropa PP US$ 488.
(hen/hen)










































