Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, dividen interim tersebut baru akan ditarik sekitar bulan Oktober-November, sesuai dengan kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2009.
"Biasanya APBN baru kelihatan kesulitan sekitar bulan Oktober-November. Nanti Pemerintahan baru yang ambil, tapi dari sekarnag sudah kita siapkan," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasannya, bagi BUMN yang merupakan perusahaan publik, penarikan dividen interim tersebut dapat mempengaruhi harga saham.
"Namanya sudah ada dalam kantong saya. Tidak boleh disebutkan karena akan berpengaruh terhadap harga saham," tegasnya.
Ia hanya menyebutkan, dividen itu akan ditarik dari BUMN gemuk yang memiliki kas lebih hingga semester pertama tahun 2009 ini.
Pemerintah berniat meminta dividen interim sebanyak Rp 2,5 triliun untuk menutupi kebutuhan APBN-P 2009. Sebanyak Rp 500 miliar akan diambil dari PT Pertamina dan sisanya sebanyak Rp 2 triliun dari beberapa BUMN lainnya.
(ang/qom)











































