"Setelah lebaran pasti turun ke normal," katanya di sela-sela kunjungan ke pasar beras Cipinang, Senin (14/9/2009).
Meskipun begitu Mari mengakui untuk memastikan harga gula normal sangat sulit karena sangat tergantung dengan harga gula di pasaran internasional. Selain itu pemerintah juga akan mendorong keseimbangan harga antara kepentingan konsumen dan petani.
"Kalau harga sulit mengatakan normalnya, tergantung harga dunianya. Mestinya sekitar Rp 9.000 per kg," imbuhnya.
Ia juga membantah harga gula sebesar Rp 7.000 per kg bukanlah harga keseimbangan yang diinginkan pemerintah. Sejak awal tahun 2008 pemerintah selalu mencari harga keseimbangan antara petani dan pemerintah.
"Kita selalu cari harga keseimbangan antara petani dan konsumen," jelasnya.
Mengenai harga keseimbangan tersebut, Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan petani tebu harus dapat diuntungkan dan mendapatkan kesempatan menikmati harga gula yang sempat naik.
"Petani juga harus untung, kalau tidak, nggak ada yang mau menanam tebu dong," sergah Anton.
(hen/dnl)











































