"Kabar terakhir kelihatannya mau cari joint venture jadi tidak jadi hengkang," kata Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi, Bambang Setiawan usai menghadiri acara buka puasa bersama di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (15/9/2009) malam.
Menurut dia, dengan menggunakan opsi tersebut maka risiko yang ditanggung perseroan tidak begitu besar. "Dia masih mau stay . Bagi-bagi risikolah. Dengan joint venture mereka tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak kalau dia sendiri," ujar Bambang.
Meskipun sudah memutuskan akan menggunakan opsi tersebut, namun Bambang mengaku pihaknya belum mengetahui berapa besar saham yang akan dilepaskan.
"Kami belum tahu berapa yang mau dilepas. Yang jelas dia inginnya mayoritas, bisa saja 50,5 persen," kata Bambang.
Bambang mengakui hingga saat ini terdapat banyak perusahaan yang sudah mengajukan minatnya untuk masuk dalam joint venture tersebut. "Banyak puluhan," jawabnya.
Bambang menambahkan, BHP Biliton masih belum menyampaikan minatnya secara resmi kepada pemerintah mengenai niatnya untuk tetap bertahan di Indonesia. "Mereka baru sampaikan secara informal. Jadi tidak perlu resmi," tandasnya.
(epi/dnl)










































