Belanda Pangkas Bantuan Kerjasama Pembangunan, Indonesia Kena

Laporan dari Den Haag

Belanda Pangkas Bantuan Kerjasama Pembangunan, Indonesia Kena

- detikFinance
Selasa, 15 Sep 2009 21:48 WIB
Belanda Pangkas Bantuan Kerjasama Pembangunan, Indonesia Kena
Den Haag - Seperti diprediksi detikfinance, Belanda akhirnya memangkas dana Bantuan Kerjasama Pembangunan. Besar dana dipangkas untuk tahun-tahun mendatang mendekati EUR600 juta atau sekitar Rp8,5 triliun, dari semula EUR5,31 miliar menjadi EUR4,72 miliar.

Jatah Bantuan Kerjasama Pembangunan untuk Indonesia termasuk cukup berat dipangkas, yakni mencapai 25%. Demikian juga dengan Vietnam. Pertimbangannya karena kedua negara dinilai perkembangannya relatif sudah baik.

Sementara untuk negara-negara di Afrika seperti Tanzania, Zambia dan Mali, pemangkasan bantuan pembangunan dari Belanda ini relatif lebih kecil, yakni cuma 12%. Khusus untuk negara-negara sangat miskin seperti Afghanistan dan Burundi, Belanda tidak melakukan pengurangan bantuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Ontwikkelingssamenwerking (Kerjasama Pembangunan, red) Bert Koenders mengaku dilematis dan merupakan tanggung jawab sangat berat untuk memangkas bantuan, sementara hampir 1,5 miliar manusia hidup di bawah garis kemiskinan dan harus bertahan hidup dengan pendapatan di bawah US$1,5 (Rp13.500) per hari.

Koenders kepada wartawan di sela-sela presentasi Miljoenennota dalam seremoni yang dikenal dengan Prinsesdag hari ini, Selasa (15/9/2009) menegaskan bahwa dia akan tetap berusaha mempertahankan program-program bantuan untuk kesehatan masyarakat dan hak-hak wanita.

Pemangkasan bantuan kerjasama pembangunan ini tak terelakkan menyusul krisis ekonomi di Belanda sebagai dampak krisis kredit, Bruto Nationaal Product/BNP atau Gross Domestic Product/GDP yang menyusut hingga mendekati -5% dan perkiraan resesi akan terus membelit negeri ini dan utangnya yang terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Situasi suram itu membuat popularitas program bantuan kerjasama pembangunan di mata rakyat Belanda terus merosot. Tekanan agar mengutamakan rakyat sendiri dan program ini harus dihapuskan belakangan terus menguat.

Meskipun demikian, pemerintah Belanda tetap berusaha mempertahankan bantuan kerjasama pembangunan untuk negara-negara berkembang dan jumlahnya tetap pada kisaran 0.8% dari GDP. Jumlah ini masih tetap lebih tinggi 0,1% dari norma internasional. (es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads