"Namun mereka belum melaporkan kepada siapa mereka akan menjualnya," ujar Deputi Perencanaan BP Migas Ahmad Lutfi di sela acara halal bihalal di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (28/9/2009).
Lutfi menjelaskan, pihaknya belum mengetahui alasan penjualan saham yang dilakukan dua perusahaan tersebut. Lutfi juga belum mengetahui berapa besar saham yang akan dijual.
Saat ini kepemilikan saham di Blok tersebut terdiri 50 persennya dimiliki Pertamina, Hess dan Pacific Oil and Gas masing-masing memiliki 25 persen saham.
"Nanti kalau sudah deal mereka akan laporkan,"katanya.
Lutfi menambahkan, meski Plan of Development (PoD) blok tersebut sudah disetujui pemerintah, namun pengembangan belum dilakukan.
"Di sana ada dua lapangan, tapi belum diproduksi karena masih menunggu PLN sebagai pembeli gasnya," ungkapnya. (epi/dnl)











































