Program Midec Dengan Jepang Belum Bergigi

Program Midec Dengan Jepang Belum Bergigi

- detikFinance
Selasa, 29 Sep 2009 14:10 WIB
Program Midec Dengan Jepang Belum Bergigi
Jakarta - Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyatakan program capacity building yang disebut Manufacturing Industry Development Center (Midec) dalam rangka kerjasama perdagangan bebas Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) yang dijanjikan oleh Jepang sampai saat ini berjalan tidak lancar.
Β 
Padahal program ini harus menjadi kompensasi bagi Indonesia terkait kerjasama perdagangan bebas kedua negara.

Sejatinya Midec sebagai penyeimbang antara terbukanya pasar Indonesia dengan adanya IJEPA, diantaranya dengan memberikan program pendampingan bagi industri di dalam negeri (capacity building ).
Β 
"Berjalan, tetapi belum sesuai dengan yang kita inginkan. Istilahnya tidak lancar," kata Fahmi di kantornya, Selasa (29/9/2009).
Β 
Menurutnya Midec sangat penting, yaitu semacam kompensasi karena adanya ketimpangan kemampuan industri kedua negara dalam menjalankan IJEPA.

Ia mengharapkan pemerintah Jepang bisa terus menjamin berlangsungya Midec sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.
Β 
"FTA dengan Jepang pasti akan mengguntungkan Jepang karena negara maju, semua barang mereka bisa dibuat," katanya.
Β 
Program Midec selama ini berjalan tersendat-sendat, termasuk untuk beberapa sektor industri yang akan mendapat fasilitas capacity building oleh Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan pelaksanaan penurunan tarif bea masuk beberapa produk Jepang ke Indonesia seperti otomotif telah mengalami penurunan secara bertahap.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads