"Malam ini diberangkatkan 65 orang petugas PLN utk membantu pemulihan Sumatera Barat," kata Direktur Utama PLN Persero, fahmi Mochtar dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Rabu (30/9/2009).
Adapun ke 65 petugas PLN tersebut terdiri dari 18 orang petugas berasal dari Rantau Prapat, Sibolga, dan Padang Sidempuan, 15 orang dari Bengkulu, 20 petugas dari Jambi, dan 12 dari Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, Gempa 7,6 skala richter di Padang, Sumatera Barat telah menyebabkan enam gardu Induk (GI) milik PLN rusak sehingga kota Padang masih mengalami pemadaman.
Keenam Gardu Induk yang mengalami kerusakan tersebut yaitu Maninjau, Simpang Empat, Lebak Alung, PIP, Pauh Limo, Simpang Haru dengan total kapasitas 120 Megawatt.
Sementara Gardu Induk yang masih beroperasi adalah Salak, Solok, Indarung, Semen Padang, Bungus, Batu Sanggkar, Padang Luar, Paya kumbuh, Batang Agam, Koto Panjang, Bangkinang, Garuda Sakti, Duri, Dumai, Bagan batu, Teluk Lembu dengan total beban 330 MW.
Direktur Operasi PT PLN (Persero) Murtaqi Syamsuddin sebelumnya juga menyatakan jaringan distribusi tegangan 20 kV juga banyak yang roboh akibat kuatnya getaran gempa.
Berdasarkan info sementara diperoleh secara berantai melalui radio VHF via PLN Wilayah Riau:
1.Pembangkit:
- PLTU Ombilin, beroperasi normal.
- PLTA Maninjau lepas dari sistem, gedung aman pembangkit aman, tapi PLN sedang lakukan pemeriksaan generator sebelum memasukkan kembali ke sistem.
- PLTA Singkarak lepas dari sistem, gedung aman, PLN sedang coba distart dan masuk ke sistem .
2.Gardu Induk:
Sejumlah 4 GI padam, sebagian besar kota Padang padam dan sdg dlm proses pemulihan dengan manuver jaringan dari Gardu Induk yg tidak padam.
3.Jaringan Distribusi:
Jaringan distribusi tegangan 20 kV banyak yang roboh.
(epi/qom)











































