Demikian disampaikan Pengamat Ekonomi Faisal Basri dalam peresmian bukunya yang bertajuk Lanskap Ekonomi Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (07/10/2009).
"BUMN merupakan aset terbesar bangsa, tidak ada yang mengalahkan, tapi dividennya lebih kecil dari kontribusi cukai 4 perusahaan rokok, ini penyakit paling akut ada di Pertamina," ujarnya.
Faisal mengatakan, BUMN yang mempunyai nilai aset separuh dari besaran PDB Indonesia, sudah seharusnya berperan dominan dalam perekonomian nasional.
"Dalam kedudukan sedominan itu maka jika dapat dibenahi secara tuntas, BUMN akan jadi motor raksasa andalan perekonomian nasional. Sebaliknya jika dibiarkan begitu saja, BUMN akan jadi beban raksasa," tandasnya.
(dnl/qom)











































