Hal itu dikemukakan Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Jasa dan Usaha Lainnya Muchayat di kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (8/10/2009).
"Mungkin awal tahun depan bisa. BUMN karya itu nantinya jadi sekitar 6 BUMN saja," ungkapnya.
Nantinya, 6 BUMN karya yang tersisa akan mengakuisisi BUMN karya yang lebih kecil. Dengan begitu, beberapa BUMN karya yang saat ini mengalami kesulitan keuangan bisa dibantu oleh perusahaan negara lainnya.
"Saya tidak bisa jelaskan mana yang negatif. Kalau sudah digabungkan nanti jadi positif dan tidak merugikan," katanya.
Saat ini, pihaknya sedang mencoba melakukan konsolidasi antara BUMN karya yang tidak terlalu besar pangsa pasarnya agar bisa tumbuh sebelum dilakukan regrouping. BUMN tersebut antara lain PT Virama Karya, PT Indah Karya, PT Yodya Karya, PT Bina Karya dan PT Indra Karya.
"Mereka tidak merugi, hanya kecil saja," ungkapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu mengatakan, nantinya enam BUMN Karya yang tersisa akan khusus menangani sektor konstruksi basah, konstruksi gedung, konstruksi baja, serta konstruksi jalan dan jembatan.
Dengan berkonsentrasi kepada tiap sektor infrastruktur tersebut, pemerintah menargetkan BUMN karya bakal go international pada tahun 2010.
(ang/dnl)











































