Pasokan BBM di Sumbar Sudah Lancar

Pasokan BBM di Sumbar Sudah Lancar

- detikFinance
Senin, 12 Okt 2009 08:27 WIB
Pasokan BBM di Sumbar Sudah Lancar
Jakarta - Pasca gempa yang terjadi di wilayah Sumatera Barat pada 30 September lalu sudah kembali normal. Pada saat terjadinya gempa tanggal 30 September 2009 lalu distribusi BBM hanya dapat dilayani oleh satu SPBU dan kemudian lima SPBU mulai dapat melayani masyarakat.

Demikian disampaikan Departemen ESDM dalam siaran pers yang dikutip detikFinance , Senin (12/10/2009).

Petugas Posko Pertamina, Sadli Ario Priambodo (BBM Retail) melaporkan, seluruh SPBU di Sumatera Barat yang berjumlah 96 telah beroperasi seluruhnya begitupula dengan SPBU di Pariaman (8 SPBU) dan Padang (22 SPBU).ย 

Mengenai ketersediaan stok BBM beliau menuturkan, stok BBM TT Teluk Kabung hari Minggu (11/10/2009) hingga pukul 17:00 WIB menunjukkan, Premium 29,546 kiloliter (12 hari), Kerosene 8,742 kiloliter (10 hari), Solar 29,840 kiloliter (12 hari), Avtur 4,309 kiloliter ( 54 hari) dan MFO 7,154 kiloliterย  yang diperkirakan mencukupi kebutuhan selama 25 hari.

H+1 pasca gempa, distribusi BBM hanya dapat dilayani oleh 8 SPBU dan terjadi kelangkaan BBM yang diakibatkan masih belum pulihnya komunikasi Teluk Kabung-SPBU dan terputusnya jalur Padang ke Solok dan Lembah Anai. Kelangkaan yang terjadi bertambah parah akibat terjadi panic buying oleh masyarakat dan penjualan BBM liar di luar SPBU.

Untuk menghindari berlanjutnya panic buying oleh masyarakat, hari berikutnya Pertamina bekerjasama dengan RRI mengumumkan kecukupan stok BBM.

Langkah pemulihan selanjutnya Pertamina mulai mengoperasikan SPBU darurat dan mengirimkan bantuan pekerja, teknisi dan operator juga menyiagakan 2 MT (P dan S) untuk pengisian langsung di kantor Gubernur untuk mobil-mobil instansi yang membutuhkan, sesuai permintaan Walikota.

Pada H+4 dan H+5 untuk memonitor ketersediaan stok dan penyaluran Pertamina mengeluarkan kebijakan untuk melarang penjualan di luar SPBU dan pembelian menggunakan jerigen.

Dilanjutkan kemudian dengan mempersiapkan tambahan armada MT eks industri untuk menambah kekuatan armada dan memulai merancang kestabilan pasokan BBM ke SPBU di seluruh Sumatera Barat.

Hari โ€“hari selanjutnya setelah komunikasi dan sarana transportasi mulai pulih, Pertamina mulai melaksanakan kegiatan untuk mencapai kestabilan stok dan penyaluran ke SPBU-SPBU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upaya tersebut mulai menampakan hasil hingga pada tanggal 9 Oktober 2009 petugas Posko Pertamina Shift II, A. Santanu Basuki melaporkan kegiatan operasional distribusi BBM dinyatakan mulai berlangsung normal.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads