Fahmi: Saya Dengar Mendag Bu Mari, Menperin Pak Hidayat

Fahmi: Saya Dengar Mendag Bu Mari, Menperin Pak Hidayat

- detikFinance
Rabu, 14 Okt 2009 12:44 WIB
Fahmi: Saya Dengar Mendag Bu Mari, Menperin Pak Hidayat
Jakarta - Presiden SBY kini sedang melakukan seleksi untuk mencari para menteri. Menteri Perdagangan diperkirakan masih akan dipegang oleh Mari Elka Pangestu, sementara Menteri Perindustrian jatuh ke MS Hidayat.

Itulah selentingan kabar yang diterima oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang disampaikan kepada wartawan yang menemuinya di kantornya, Jakarta, Rabu (14/10/2009).

"Saya dengar menteriΒ  perdagangan Bu Mari, perindustrian Pak Hidayat," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris di kantornya, Rabu (14/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fahmi menuturkan meski masih terpisah dalam dua menteri tersendiri, ia berpandangan dua departemen ini harus mampu melakukan koordinasi yang lebih baik lagi kedepannya.

Mengingat orientasi dua departemen ini masing-masing berbeda sehingga perlu ada menteri koordinator bidang perekonomian yang kuat, salah satunya yang layak menduduki itu, kata dia adalah Kuntoro M. mantan kepala BRR Aceh.

"Memang seyogyanya depdag dan depperinΒ  seharusnya digabung, dengan petimbangan perkembanganΒ  kompetisi di dunia, dibutuhkan kebijakan depdag dan depperin yang satu dan padu," katanya.

Jika tidak padu, lanjut Fahmi, akan terjadi dis-orientasi koordinasi, mengingat depperin akan lebih mengedepankan proteksi produk dalam negeri, sedangkan depdag lebih pada upaya melakukan intervensi pasar ekspor.

Pemisahan dua departemen ini, lanjut Fahmi, jika mengaca pengalaman dunia internasional, hal ini tidak lazim, karena biasanya hanya dilakukan oleh negara-negara yang sudah sangat tangguh struktur industrinya (solid).

Ia mencontohkan negara Malaysia dan Jepang justru melakukan penggabungan terhadap bidang perindustrian dan perdagangannya. Hal ini juga hampir dilakukan oleh banyak negara di seluruh dunia.

"Tapi saya sadariΒ  kalau Pak SBY memerlukan koalisi, bahkan sudah dipatok 34 kursi," katanya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads