Itulah selentingan kabar yang diterima oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang disampaikan kepada wartawan yang menemuinya di kantornya, Jakarta, Rabu (14/10/2009).
"Saya dengar menteriΒ perdagangan Bu Mari, perindustrian Pak Hidayat," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris di kantornya, Rabu (14/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat orientasi dua departemen ini masing-masing berbeda sehingga perlu ada menteri koordinator bidang perekonomian yang kuat, salah satunya yang layak menduduki itu, kata dia adalah Kuntoro M. mantan kepala BRR Aceh.
"Memang seyogyanya depdag dan depperinΒ seharusnya digabung, dengan petimbangan perkembanganΒ kompetisi di dunia, dibutuhkan kebijakan depdag dan depperin yang satu dan padu," katanya.
Jika tidak padu, lanjut Fahmi, akan terjadi dis-orientasi koordinasi, mengingat depperin akan lebih mengedepankan proteksi produk dalam negeri, sedangkan depdag lebih pada upaya melakukan intervensi pasar ekspor.
Pemisahan dua departemen ini, lanjut Fahmi, jika mengaca pengalaman dunia internasional, hal ini tidak lazim, karena biasanya hanya dilakukan oleh negara-negara yang sudah sangat tangguh struktur industrinya (solid).
Ia mencontohkan negara Malaysia dan Jepang justru melakukan penggabungan terhadap bidang perindustrian dan perdagangannya. Hal ini juga hampir dilakukan oleh banyak negara di seluruh dunia.
"Tapi saya sadariΒ kalau Pak SBY memerlukan koalisi, bahkan sudah dipatok 34 kursi," katanya.
(hen/qom)











































