"Kita sudah punya pengalaman, dengan harga minyak US$ 150 per barel saja ekonomi
kita masih bisa bertahan," ujar Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro di Kantor Menko
Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (14/10/2009).
Purnomo menyatakan, meskipun belum memberikan dampak yang signifikan terhadap
ekonomi Indonesia, namun pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak di pasar internasional tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ini (harga minyak dunia) juga berkaitan dengan harga minyak dalam APBN kita dan kita
lihat juga apa ada tambahan penerimaan negara dan juga besaran subsidi BBM." ungkapnya.
Purnomo menambahkan, pemerintah masih belum akan merevisi asumsi ekonomi makro tahun ini terkait adanya kenaikan tersebut.
"Belum ada, minggu depan saja sudah ada pergantian kabinet," katanya.
(epi/ang)










































