Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan usai acara 'Selebrasi Pencapaian 40 Juta Distribusi Paket Perdana Konversi Minyak Tanah ke Elpiji', di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (19/10/2009).
"Saat ini Karama masih uji disesmik dan belum selesai evaluasinya. Pengeboran sumur pertama mungkin di awal 2010," ujar Karen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blok Karama terletak di laut dalam sehingga membutuhkan dana cukup besar. Untuk pengeboran satu sumur diperkirakan membutuhkan dana sekitar US$ 25 juta.
Untuk tahap awal rencananya Pertamina akan mengebor 3 sumur di blok yang memiliki cadangan minyak hingga 200 juta barel tersebut.
(epi/qom)











































