"Pertumbuhan rata-rata dapat mencapai 6%, namun ini tergantung kesepakatan prioritas yang ada. Sedang kami susun dan tanggal 31 akan dideklarasikan," ujar MS Hidayat di kantor Departemen Perindustrian Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (22/10/2009).
Walaupun target pertumbuhan industri di tahun 2009 hanya 2,5%, namun Hidayat tetap optimis 6% dapat tercapai. "Dalam 5 tahun sampai 2014, rata-rata pertumbuhan 6%. Optimis boleh kan," terangnya.
Sampai kuartal III-2009, pertumbuhan industri telah mencapai 2%. Hidayat mengungkapkan, sampai akhir tahun target pertumbuhan industri 2009 dapat tercapai. Sedangkan untuk meraih angka 6%, pemerintah siap untuk melakukan roll over.
"Akhir tahun bisa tercapai.Kalau kurang tahun depan dirollover aja," imbuhnya.
Upaya sistematis yang disiapkan ketua Kadin Indonesia ini adalah dengan memadukan kebijakan antar lembaga pemerintah yang selama ini belum berjalan optimal.
"Pesan pemerintah, melakukan perpaduan kebijakan Departemen Keuangan, Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, dan BKPM," tambah Hidayat.
Contoh yang ia paparkan adalah kebijakan insentif dari industri manufaktur yang berorientasi ekspor. Sedangkan untuk bahan komoditas primer, Departemen Perindustrian akan memberlakukan disinsentif agar tidak lagi diekspor namun diolah terlebih di dalam negeri.
"Untuk bahan komoditi primer tidak lagi diekspor, ya dengan menerapkan pungutan," pungkasnya.
(wep/dnl)











































