"Ini program lama yang sudah diprogramkan menteri sebelumnya. Selama ini beberapa komisaris dan direksi ada yang sudah harus berganti," ujar Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/10/2009).
Ia memberi contoh, seperti halnya yang terjadi di PT Pertamina, saat ini ada kekosongan di jajaran direksi dan komisaris. Seperti diketahui, komisaris utama Pertamina Sutanto telah menjadi Kepala Badan Intelejen Nasional (BIN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari beberapa perusahaan plat merah mengenai jajaran direksi dan komisaris yang akan diganti. Bukan hanya Pertamina, perombakan itu akan dilakukan juga di BUMN lainnya.
"Saya masih tunggu laporan dari sejumlah BUMN yang masa kepengurusannya sudah mau diganti," ujarnya.
Kementerian Negara BUMN juga sedang mencari pelaksana tugas Direktur Utama Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) guna menggantikan Mustafa yang sudah dilantik menjadi Menteri Negara BUMN.
Menurut Mustafa, saat ini posisi Direktur Utama BUMN logistik itu dicover oleh jajaran direksi Bulog lainnya.
"Nanti kita cari penggantinya, saat ini dicover sama direksi lain jadi saya tidak rangkap jabatan," katanya.
Saat ini, pihaknya masih dalam proses pemilihan nama untuk pelaksana tugas, sebelum akhirnya memilih Direktur Utama Bulog yang baru.
"Saat ini kita cari plt dulu saja," ujarnya.
Selain itu, Mustafa juga akan memasukan program restrukturisasi, privatisasi dan rightsizing BUMN dalam program 100 hari Kementerian Negara BUMN. Menurutnya, program-program tersebut merupakan warisan dari Menteri sebelumnya Sofyan Djalil.
"Saya sendiri harus meneruskan program yang tertuang dalam memori jabatan," tambahnya.
(ang/dro)











































