Untuk tahap pertama sekaligus percontohan, Total mengembangkan proyek tersebut di 3 desa yakni Desa Muara Pantuan, Desa Sepatin dan Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara ,Kalimantan Timur (Kaltim).
Proyek tersebut diresmikan simbolis oleh Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy di Ruang Pertemuan Utama Kantor Gubernur Kaltim Jl Gadjah Mada,Samarinda,Selasa (27/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Desa Muara Pantuan yang memiliki lebih dari 1.000 kepala keluarga,selama ini hanya menggunakan mesin genset untuk kebutuhan listrik lantaran keterbatasan pengembangan instalasi PLN. Masyarakat setempat, sambung Judith, sangat merindukan hadirnya listrik meski menggunakan panel tenaga surya (solar panel).
"Sinar matahari kan gratis, kenapa kita tidak gunakan untuk kepentingan listrik?" ujar Judith.
Dalam kerjasamanya dengan Bank Mandiri, Total selaku pemilik proyek memberikan jaminan kepada Mandiri untuk kelangsungan proyek tersebut. Dengan harga panel tenaga surya Rp 10 juta misalnya, mampu menyimpan daya listrik hingga 700 watt.
"Semakin banyak panel,berkonsekuensi pada harga.Dan masyarakat membayarnya dengan mencicil dan besaran cicilan sesuai kemampuan dengan membayarnya ke koperasi setempat," tambah Judith.
Kendati begitu, Judith mengaku pihaknya tidak memasang jumlah rumah di tiga desa untuk menikmati PLTS dengan metode panel tenaga surya.
"Kalau berhasil di Kaltim,kita akan kembangkan di daerah lainnya," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama,Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy menilai, upaya Total mengembangkan pembangkit listrik berbasis tenaga surya, sangat mendukung program pemerintah menuju Kaltim bebas krisis listrik pada tahun 2013 mendatang.
"Kebutuhan listrik masyarakat,memang harus melibatkan pihak ketiga dalam hal ini swasta.Semoga saja bisa diikuti perusahaan migas lainnya yang beroperasi di Kaltim," kata Farid.
(qom/qom)










































