Pemerintah Garap 14 Blok Migas dan CBM di November 2009

Pemerintah Garap 14 Blok Migas dan CBM di November 2009

- detikFinance
Rabu, 28 Okt 2009 13:32 WIB
Pemerintah Garap 14 Blok Migas dan CBM di November 2009
Jakarta - Pemerintah akan menandatangani kontrak kerja sama (KKS) blok minyak dan gas (migas) dan gas metana batubara (coal bed methane/CBM) pada November mendatang.

Hal ini disampaikan Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Edy Hermantoro di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (28/10/2009).

"Blok migas dan CBM yang akan ditandatangani sekitar 13-14 blok. Namun jumlah itu masih bisa saja berubah," ujar Edy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edy menjelaskan, dari 13-14 blok yang akan ditandatangani tersebut, tiga di antaranya merupakan blok CBM di Rengat, Sumatera Tengah-Riau, Barito di Kalteng, danย  Sanga-sanga, Kalimantan Timur.

Ketiga blok CBM tersebut ditawarkan melalui penawaran langsung sejak 11 September lalu. Penawaran tersebut merupakan penawaran pertama gas metana batubara pertama di Indonesia.

"Saat ini kami masih menyelesaikan proses inisiasi kontrak ketiga blok CBM tersebut. Batas waktunya sampai 12 November ini," katanya.

Selain itu, blok Langgak di Riau yang di tawarkan melalui lelang penawaran yang khusus ditawarkan kepada perusahaan nasional pada 11 September lalu juga akan ditandatangani bulan November.

Adapun blok lainnya yang akan ditandatangani bulan depan diantaranya lima blok migas yang sudah diumumkan pemenangnya pada 11 September lalu yaitu Andaman III dengan Talisman Asia Ltd, West Glagah Kambuna dengan Konsorsium PT Pertamina (Persero) dan Petronas Carigali Overseas Sdn Bhd. Blok Halmahera Kofiau, blok East Bula, dan blok West Papua IV dengan Konsorsium Black Gold Energy LLC-Nikko Resources Ltd.

Kelima blok tersebut merupakan bagian dari 16 blok migas yang ditawarkan dalam tender reguler tahap kedua tahun 2008/2009. Dari ke-16 blok migas tersebut, memang hanya lima blok yang ada pemenangnya, sedang sisanya tidak diminati investor.

(epi/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads