Jepang Gandeng RI Kembangkan Kawasan Industri

Jepang Gandeng RI Kembangkan Kawasan Industri

- detikFinance
Kamis, 29 Okt 2009 12:25 WIB
Jepang Gandeng RI Kembangkan Kawasan Industri
Jakarta - Pemerintah Jepang mengajak Indonesia bekerjasama mengembangkan kawasan industri di Indonesia dalam rangka mendukung sektor ini. Jepang melalui Dubes Jepang untuk Indonesia telah mengutarakan keinginan tersebut. Termasuk rencana pertemuan dua Menteri Perindustrian kedua negara pada tahun depan.

"Kemarin saya kedatangan Dubes Jepang mau mengajak kerjasama kawasan industri baru," kata Menteri Perindustrian MS. Hidayat saat ditemui di sela acara National Summit, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (29/10/2009).

Hidayat menjelaskan minat investasi Jepang di Indonesia masih sangat tinggi, sehingga pembentukan kawasan industri baru bagi Jepang cukup beralasan.

Setidaknya kata dia, beberapa investor asal Jepang berencana menambah investasi di sektor elektronik. Bahkan pelaku usaha merek Hino truk siap merealisasikan investasinya.

"Hino truk, yang tidak akan lama lagi akan diresmikan," ucapnya.

Menurutnya masalah investasi bagi perkembangn industri sangat penting. Apapun tawaran kerjasama dari pihak asing manapun layak disambut positif.

"Kita lakukan apa pun supaya investasi masuk untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 7%," jelasnya.

Namun kata dia dorongan dari luar tersebut harus mendapat dukungan dari dalam negeri terutama dari sektor perbankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan beban bunga kredit di Indonesia bagi dunia industri masih sangat tinggi yaitu 15% padahal di negara lain maksimal 10%.

Sehingga untuk kesekian kalinya ia mengatakan akan segera mengkoordinasi masalah ini dengan Bank Indonesia (BI) termasuk departemen lain.

"Saya akan berkoordinasi dengan departemen lain, ini perintah Presiden, seperti dengan Depdag, Depkeu, Kementerian UKM," katanya.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads