Demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono usai menghadiri pembukaan National Summit 2009 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
"Kemarin kan BLT diberikan karena kenaikan BBM yang bertahap, maka hal ini dilakukan sebagai kompensasi dan diberikan juga agar masyarakat tidak menderita," ungkapnya.
Menurut Agung walapun program BLT bagus, tetapi untuk tahun 2010 belum tentu dilanjutkan. BLT digulirkan jika memang tergantung kepada keadaan. "Misalnya ada kenaikan harga BBM lagi, barulah BLT akan ada kembali, pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) belum akan digulirkan ke depan," tegasnya.
Agung Laksono menekankan fokus mengurangi kemiskinan dan pengangguran selama lima tahun ke depan kepada program 3 cluster atau kelompok.
"Ada tiga cluster penting yanga akan difokuskan lima tahun mendatang guna mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Yakni program pemberian bantuan, program masyarakat mandiri dan program lepas mandiri," ujarnya.
Program-program pemberian bantuan ini seperti pendidikan gratis, beras miskin, dan kesehatan masyarakat menjadi beberapa programnya untuk 5 tahun ke depan.
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato sambutan pembukaan National Summit mengatakan akan terus melaksanakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR)."Bank-bank BUMN maupun swasta harus terus meningkatkan program KUR," kata SBY.
SBY merencanakan tiap tahunnya harus ada Rp 20 triliun untuk KUR dengan jaminan penuh dari pemerintah.
"Maka dalam 5 tahun, akan mencapai Rp 100 triliun dengan terus membiayai usaha mikro dan kecil. Kalau itu dialiri modal maka bisa diwujudkan terus pemberdayaan usaha kecil-kecil yang nantinya kemiskinan berkurang dan pengangguran juga," pungkas SBY.
(dru/dnl)










































