Menurut Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, kenaikan konsumen premium diperkirakan cukup signifikan akibat mobil bertambah 430 ribu unit sedang motor mencapai 4,6 juta. "Kegiatan Pemilu juga menyedot BBM subsidi," ujar Tubagus dalam pesan singkatnya, Kamis (29/10/2009).
Kenaikan konsumsi BBM tersebut, lanjut Tubagus, disebabkan banyaknya pengguna Pertamax (BBM non subsidi) yang beralih kembali menggunakan premium. "Adanya penurunan konsumsi pertamax karena disparitas harga BBM bersubsidi dengan non subsidi cukup besar," ungkapnya.
Untuk konsumsi kerosin (minyak tanah) diprediksikan mencapai 3.967.590 Kiloliter atau 68,35% dari kuota BBM bersubsidi tahun ini. Sementara konsumsi solar sekitar 30.851.746 KL atau 83,71% dari kuota BBM bersubsidi dalam APBN-P 2009.
Adapun kuota BBM bersubsidi untuk tahun 2009 yaitu premium sebesar 19.444.354 kiloliter, kerosin sekitar 5.804.911 kiloliter dan solar sebesar 11.605.183 kiloliter.
(epi/dnl)










































