Pemerintah Akan Tenderkan 13 Wilayah Kerja Panas Bumi

Pemerintah Akan Tenderkan 13 Wilayah Kerja Panas Bumi

- detikFinance
Jumat, 02 Apr 2004 16:54 WIB
Jakarta - Pemerintah akan membuka tender 13 wilayah kerja panas bumi yang telah diserahkan PT Pertamina (Persero). Ketiga belas wilayah tersebut diantaranya berada di Sumatera dan Jawa dengan cadangan terduga 1.917 MW. Pengembangan tersebut diharapkan dapat segera terealisasi mengingat potensi panasbumi yang ada di Indonesia baru sedikit yang telah tergarap. Demikian diungkapkan Sekretaris Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral DESDM Sukhyar saat berdiskusi dengan wartawan energi dan pertambangan di DESDM, Jakarta, Jumat (2/4/2004)."Jadi kita akan mengembangkan wilayah-wilayah yang pernah dipegang Pertamina. Pemerintah siap menenderkannya kalau investor berminat, tapi kemungkinan baru bisa direalisasikan setelah PP mengenai panasbumi diterbitkan tahun ini," katanya. Adapun 13 wilayah kerja panas bumi yang siap dikembangkan adalah Sabang, Seulawah, Rantau Dedap, Suoh Sekicau, Gunung Rajabasa, Kaldera Banten, Cisolok Sukarame, Tabngkuban Perahu, Ngebel-Wilis, Ijen, Ungaran, Sorik Merapo dan Telomoyo.Potensi Panas Bumi Indonesia 27.140 MWPada kesempatan yang sama, Sukhyar menjelaskan Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang mencapai 27.140 MW. Angka tersebut merupakan 40 persen dari total seluruh cadangan dunia. Ironisnya, hingga kini pemanfaatan panas bumi tersebut baru mencapai 807 M atau baru 3 persen dari cadangan yang ada. Untuk itu pemerintah menargetkan tahun 2008, potensi yang ada mencapai 2.000 MW, 2012 sebesar 3.442 MW, 2016 sebesar 4.600 MW dan tahun 2020 sebesar 6.000 MW.Namun demikian Sukhyar mengaku pengembangan panas bumi ternyata memang tak mudah. Hal tersebut terkait dengan banyaknya potensi panas bumi yang berada dala wilayah cagar alam dan hutan lindung. Padahal dalam UU Kehutanan No. 41/1999 terdapat larangan untuk melakukan kegiatan penambangan di wilayah hutanlindung. "Untuk itu memang dibutuhkan kebijakan pemerintah agar memberi peluang lebih besar dalam ini pemanfaatan energi panas bumi," ujarnya. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads