Khusus untuk kuartal III-2009 saja penjualan emas Newmont mencapai 93.000 ounce, atau meningkat 675 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 12.000 ounce.
Sementara penjualan tembaga mencapai 64 juta pound, atau melonjak 220 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sekitar 20 juta pound.
"Penjualan emas dan tembaga sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan karena nilai kandungan konsentrat yang lebih tinggi," ujar Chief Executive Officer Newmont Mining Corporation, Richard O'Brien,dalam siaran pers Newmont Mining Corporation yang dikutip detikFinance , Jumat (30/10/2009).
Selain itu, perusahaan juga telah berhasil menurunkan biaya pokok produksi menjadi US$ 178 per ounce untuk emas dan US$ 0,5 per pound untuk tembaga. Penurunan itu dipicu oleh turunnya harga bahan bakar minyak serta peningkatan cadangan bijih tembaga dan emas
Richard berharap kejadian longsor di Batu Hijau pada 18 September hanya berdampak minimal terhadap kinerja perusahaan. Untuk itu Newmont tetap menargetkan penjualan emas tahun ini sekitar 225 ribu sampai 250 ribu ounce dan tembaga 210 juta hingga 230 juta pound.
Sementara untuk target biaya pokok produksi tembaga tahun ini tetap di level US$ 0,5-US$ 0,65 per pound. Namun, untuk target biaya pokok produksi emas diturunkan menjadi US$ 200 dan US$ 220 per ounce dari sebelumnya US$ 280-US$ 320 per ounce.
Rirchard memperkirakan,Β keterlambatan dalam pemrosesan bijih emas dan tembaga akibat longsornya dinding tambang batu hijau akan terasa pada 2010-2011. Aktivitas penambangan sudah mulai berjalan pada 10 Oktober lalu, namun kegiatan pengolahan bijih tetap ditangguhkan.
(epi/dnl)











































