Harga Gula Masih Menjadi Ancaman di 2010

Harga Gula Masih Menjadi Ancaman di 2010

- detikFinance
Jumat, 30 Okt 2009 17:25 WIB
Harga Gula Masih Menjadi Ancaman di 2010
Jakarta - Pemerintah mengakui hingga tahun 2010 nanti harga gula di dalam negeri masih menjadi ancaman dalam upaya stabilitas harga. Harga gula diperkirakan akan masih tinggi karena banyak faktor.

"Risiko harga tinggi masih besar," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Kementerian Negara Bidang Ekonomi Bayu Krisnamurthi saat ditemui di sela-sela acara National Summit di Jakarta, Kamis (30/10/2009).

Bayu menjelaskan faktor pendorong harga gula masih tinggi dapat dipastikan masih terjadi terutama dari India yang masih mengalami kekurangan pasokan gula.

Selain itu masih tingginya permintaan gula dari Brazil meskti tidak signifikan akan mempengaruhi harga gula internasional yang berimbas pada harga gula di dalam negeri pada tahun depan.

Dikatakannya kantor Menko Perekonomian telah merumuskan kebijakan pergulaan pada tahun 2010 dengan mengacu pada masalah-masalah yang telah dipetakan. Ia menjelaskan ada beberapa hal yang akan menjadi perhatian.

Pertama, produksi gula tak sebesar dari harapan pemerintah. Kedua, harga gula yang tinggi pada tahun 2009, dan risiko kenaikan harga gula masih sangat besar di  2010. Ketiga, selama tahun 2008-2009 sebagian industri kecil menyerayap gula untuk alokasi gula rumah tangga.

"Industri kecil kelompok ditengah-tengah yang bisa menggunakan dua jenis gula," katanya.

Keempat adalah pada tahun 2009, ada 3 pabrik gula rafinasi baru yang mulai beroperasi, namun pembangunannya sudah sejak 2005-2006. Tiga pabrik baru itu memiliki kapasitas produksi sekitar 500.000 ton.Sehingga dari tiga pabrik itu memberikan tambahan kapasitas produksi.

"Dengan situasi itu, pertama kita pastikan ketersedian pasokan 5 bulan pertama di 2010, karena kekurangan akan lebih berat dari kebanyakan," jelasnya.

Kondisi tersebut maka langkah yang dilakukan pemerintah adalah melakukan impor gula. Yaitu mempercepat  alokasi gula  jatah tahun 2010 yang direalisasikan pada bulan Desember 2009 sebesar 225.000 ton.

"Produksi semakin kecil, apalagi impor tidak sedang mudah," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads