"Alhamdulillah, sumur Kambuna-3 sudah diproduksikan, Sabtu (7/11) pada pukul 16.10 WIB," ujar Direktur Utama PT Pertamina EP, Salis Aprilian dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Senin(9/11/2009).
Salis menjelaskan, setelah dilakukan 'reconditioning' (menunggu laju gas stabil), pasokan gas dari lapangan tersebut sudah mulai masuk ke PLTGU Belawan pada pukul 19.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salis merencanakan produksi akan ditingkatkan secara bertahap ('ramp-up') hingga ke produksi semula.
"Ini baru dari 1 sumur, nanti kalau sudah stabil, akan dialirkan lagi dari sumur-sumur yang lain. Hal ini tergantung kondisi di lapangan," paparnya.
Ia berharap produksi normal sebesar 30 MMSCFD gas dan kondesat sekitar 3.500 barel per hari, bisa tercapai kembali mulai bulan depan.
"Mudah-mudahan tidak ada kendala hingga bulan depan sudah kembali normal," tandasnya.
Seperti diketahui, Sejak 24 September, produksi gas dari lapangan Glagah Kambuna terhenti menyusul gangguan turbin pembangkit PLTGU Belawan, Sumut yang seharusnya menjadi pembelinya.
Gangguan pada turbin tersebut kabarnya disebabkan oleh ketidaksesuaian spesifikasi gas dari lapangan Glagah Kambuna dengan turbin PLTGU Belawan.
PLTGU Belawan sendiri sudah mulai beroperasi sejak awal Oktober lalu. Namun PT PLN (Persero) memutuskan untuk menghentikan sementara pasokan gas dari lapangan itu. Keputusan itu diambil untuk menghindari rusaknya kembali PLTGU Belawan. Hal ini menyebabkan produksi dari lapangan tersebut terhenti.
Kepala BP Migas R Priyono pun turun tangan. Ia membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab kerusakan PLTGU tersebut. Tim tersebut dibentuk sebab baik produsen maupun konsumen gas saling mengklaim penyebab kerusakan pada turbin PLTGU itu.
PLN menyakini kerusakan karena ketidaksesuaian spesifikasi gas yang diproduksi dari lapangan itu atau adanya perubahan spesifikasi gas, saat gas itu disalurkan melalui infrastruktur distribusinya ke PLTGU Belawan. Sementara produsen membantah hal itu.
(epi/qom)










































