Demikian dikatakan Corporate Communication PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Manpalagupta Sitorus disela-sela pembukaan Sustainable Jakarta Convention (SJC) 2009 di Hotel Four Season Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selasa (10/11/2009).
Seperti diketahui, PT MRT Jakarta merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, yang dibebani tugas mengurus moda transportasi baru ini. Ini tertuang dalam Perda No.3 Tahun 2008.
Menurut Manpalagupta, sekian lama akhirnya proses engineering design siap dilaksanakan.
"Pada akhir tahun, proses desain siap dilakukan," kata Manpalagupta.
Proyek pengerjaan MRT tahap 1, menghubungkan Dukuh Atas hingga Lebak Bulus sepanjang 14,5 km. Terdiri dari 12 stasiun pemberhentian, dan masing-masing berjarak 0,8-2,2 km di setiap stasiun.
Total waktu pengerjaan hingga dapat beroperasi, diperkirakan membutuhkan 81 bulan.
"Pelaksanaan kerja juga berupa elevated , depot, dan underground . Pemasangan electrical and mechanical juga. Dijadwalkan MRT Jakarta dapat beroperasi pada 2016," paparnya.
Dana yang dianggarkan PT MRT Jakarta merupakan hasil pinjaman dari Japan International Corporation Agency (JICA), dengan jaminan dari pemerintah pusat. Komposisi pembayaran utang, akan ditanggung bersama antara Pemda DKI Jakarta dengan pemerintah pusat sebesar 58:42. Pemda akan menanggung subsidi pada saat pengoperasian MRT.
PT MRT Jakarta juga merencanakan proses pembangunan tahap II. Jalur ini menghubungkan Dukuh Atas-Kota dan sedang dilakukan studi kelayakan. (dro/dro)











































