Direktur Utama Antam, Alwin Syah Loebis mengatakan, salah satu strategi usaha Antam adalah melakukan akuisisi yang dapat memberikan nilai tambah. Sejalan dengan strategi usaha tersebut, manajemen Antam berkeinginan untuk memperoleh kepemilikan minimal 15,5% saham PT Newmont Nusa Tenggara
"Dengan tidak terpenuhinya strategi usaha tersebut, maka kami memutuskan untuk tidak berpartisipasi di dalam Konsorsium Pemda NTB untuk pembelian saham tersebut," ujar Alwin dalam siaran persnya, Rabu (11/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat tersebut dikatakan, Antam dapat melakukan pembelian saham divestasi PT NNT bersama Konsorsium Pemda NTB dengan mengacu pada mekanisme korporasi dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Antam mengaku telah melakukan perundingan dengan Pemda NTB selaku lead konsorsium untuk pembelian saham divestasi tahun 2006-2010 sebanyak 31%. Dalam negosiasinya, Pemda NTB menawarkan jatah Pemda NTB sebanyak 25% (dari total jatah divestasi 31%), Antam 37,5% dan Multicapital 37,5%.
Sementara berdasarkan kajian strategi bisnis Antam, BUMN tersebut mengajukan skema pembelian minimal 15,5% atau 50% dari keseluruhan jatah divestasi 2006-2010 yang sebanyak 31%.
"Namun usulan tersebut tidak dapat diterima oleh Pemda NTB," jelas Alwin.
Ia menambahkan, dengan tidak tercapainya kesepakatan atas usulan Antam untuk membeli minimal 15,5% saham divestasi NNT, maka setelah melakukan kajian internal Antam, maka manajemen memutuskan untuk mundur.
"Namun ke depan, apabila konsorsium Pemda NTB mempunyai pertimbangan lain, Antam siap untuk bekerjasama," jelas Alwin.
Manajemen terus mengupayakan proyek-proyek lain untuk dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan, termasuk kemungkinan investasi dalam inisiatif-inisiatif akuisisi lainnya.
(qom/dnl)










































