RI-Belarus Tingkatkan Intensitas Perdagangan dan Ekspor

RI-Belarus Tingkatkan Intensitas Perdagangan dan Ekspor

- detikFinance
Kamis, 12 Nov 2009 23:40 WIB
RI-Belarus Tingkatkan Intensitas Perdagangan dan Ekspor
Jakarta - Pemerintah RI dan Belarus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerjasama Antar Kamar Dagang serta MoU Kerjasama Pengembangan Ekspor untuk meningkatkan intensitas kerjasama bilateral di bidang ekonomi dan perdagangan.

Penandatanganan MoU tercapai sebagai salah satu hasil kesepakatan dalam konsultasi bilateral Indonesia-Belarus, yang berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, (11/11/2009), demikian siaran pers Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Deplu, yang diterima detikfinance malam ini.

Dalam konsultasi itu delegasi Indonesia dipimpin oleh Dirjen Amerika dan Eropa (Amerop) Deplu Duta Besar Retno L.P. Marsudi dan beranggotakan para wakil dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Departemen Perdagangan, BKPM, KBRI Moskow, Kadin dan para pengusaha Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan delegasi Belarus dipimpin oleh Deputi Menteri Luar Negeri Belarus Sergei Aleinik dengan anggota wakil dari Kementerian Industri, Kementerian Kehakiman dan pelaku usaha Belarus.

Serangkaian dengan konsultasi, Dirjen Amerop menggelar Business Luncheon untuk mempertemukan para pelaku usaha Indonesia, yang tergabung dalam Kadin, Komite Rusia dan CIS, dengan pelaku usaha Belarus untuk membicarakan peluang-peluang kerjasama dan investasi.

Dalam forum bisnis ini perusahaan ban Belshina Asia Co, Belarus, yang merupakan salah satu produsen ban terbesar di dunia mengungkapkan keinginannya untuk memperluas pasarnya di Indonesia.

Sementara perusahaan Indonesia PT. Comexindo International berkeinginan untuk menjajagi pembentukan Joint Venture dengan perusahaan Belarus dan menawarkan supply karet untuk produksi ban di Belarus.

Di samping itu perusahaan pupuk Belarus (the Belarusian Potash Company) juga mengungkapkan keinginannya membuka kontak langsung dengan mitranya di Indonesia untuk pemasaran pupuk yang selama ini dilakukan melalui pihak ketiga.

Selama kunjungan di Indonesia, delegasi Belarus ini antara lain mengunjungi Suryacipta Industrial Estate di Karawang, dalam field trip yang dikoordinir bersama dengan BKPM. Tujuan field trip adalah memperkenalkan salah satu kawasan industri terbesar bertaraf internasional di Indonesia serta membuka peluang investasi di kawasan industri tersebut.

Berdasarkan data dari Departemen Perdagangan RI, total volume perdagangan Indonesia-Belarus mencapai US$135,11 juta (2008) atau mengalami peningkatan sekitar 318,8% dari angka tahun sebelumnya. Sedangkan ekspor RI ke Belarus tercatat sebesar US$2,68 juta dan impor dari Belarus sebesar US$132,42 juta.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads