Ketua Umum API Benny Soetrisno mengatakan, perbaikan daya beli mulai terjadi pada triwulan III 2009, sedangkan sejak triwulan IV 2008 sampai triwulan II 2009 tren daya beli terhadap tekstil masih mengalami lesu.
"Daya beli di kuartal ketiga 2009 mulai naik, sebelumnya dari kuartal keempat 2008 sampai kuartal dua 2009 turun," katanya saat ditemui di acara konferensi tekstil nasional di Hotel Atlet Century, Rabu (18/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, penguatan daya beli di akhir tahun ini tidak semuanya akan dinikmati oleh produk-produk TPT dalam negeri. Mengingat masih tingginya barang-barang impor di sektor TPT.
"Kita tidak bisa mengusai sepenuhnya pasar dalam negeri, karena klasik, masalah penyelundupan," katanya.
Mengenai kinerja ekspor TPT hingga triwulan III tahun 2009, tren penurunan masih terjadi untuk semua pasar ekspor di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Hanya beberapa negara yang masih mengalami kinerja ekspor positif terutama dari China, Vietnam dan Bhanglades untuk pasar Eropa.
"Kinerja ekspor kita tahun 2008 lalu US$ 10,8 miliar, tahun ini sampai Agustus US$ 7,1 miliar. Harapan saya sampai akhir tahun kalau sampai US$ 10 miliar sudah bagus, yang jelas tidak bisa menyamai 2008," jelas Benny.
Mengenai ambisi Indonesia ingin menjadi raksasa industri tekstil dunia, Benny berpendapat hal itu sangat mungkin terjadi, namun harus banyak yang dibenahi misalnya dukungan finansial bagi sektor TPT, masalah nilai tukar kurs rupiah terhadap dollar yang belum stabil dan masalah penguasaan pangsa pasar dalam negeri oleh produk lokal yang masih dihantui penyelundupan.
"Kalau untuk menjadi raksasa dunia itu setidaknya menempati peringkat 1, 2, 3 dunia," kata Benny.
Saat ini, kata dia, produksi tekstil Indonesia masih menempati peringkat ke-12 dunia jauh dibawah China dan India, sedangkan untuk pakaian jadi telah menempati peringkat ke-8.
"Soal waktu kapannya, semuanya maunya cepat, tinggal melakukan kolaborasi untuk berkompetisi. Saya melihat dari pemerintah sisi will-nya sudah ada. Misalnya masalah FTA yang akan dinegosiasi, dengan memanggil stakeholder, sebelumnya kurang," katanya.
(hen/ang)











































