"Negara-negara maju kurang memberikan perhatian. Tidak mengirimkan perwakilan sama sekali," kata Mentan Suswono di Roma, Itali, Rabu (18/11/2009) malam.
Konferensi yang digelar di markas FAO di Roma sejak 16-18 November ini pun hanya didatangi sejumlah pemimpin negara berkembang saja, seperti Presiden Brazil Lula
Da Silva, Presiden Libya Muamar Khadafi, Sekjen PBB Ban Ki Mon, Presiden Mesir Husni Mubarak, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, serta PM Bangladesh. Dan Indonesia mengirimkan Wapres Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 5 poin yang disepakati yakni saling memberikan bantuan di bidang ketahanan pangan, kerjasama regional. menerapkan strategi ketahanan pangan, efektivitas negara pada ketahanan pangan termasuk pada prioritas pertanian pada anggaran belanja.
Ketidakhadiran para pemimpin dunia juga disoroti oleh Direktur Jenderal Organisasi Pertanian dan Pangan PBB (FAO) Jacques Diouf. Menurutnya, tanpa kehadiran para pemimpin dunia, maka pertemuan di RIma ini hanya akan menjadi forum teknis.
"Jika tidak pemimpin dengan otoritas luas, yang dapat mengkoordinir langkah, maka kita menghadapi masalah. Kita mengurangi isunya menjadi murni dimensi teknis," ujar Diouf dalam konferensi penutup seperti dikutip dari AFP.
Sekitar pimpinan 60 negara hadir dalam pertemuan 3 World Summit on Food Security. PM Italia, Silvio Berlusconi menjadi satu-satunya pemimpin negara maju yang hadir. Sisanya hanya mengirim perwakilannya.
Padahal forum ini dinilai sangat penting mengingat krisis global telah mengancam masalah pangan di dunia. Dunia membutuhkan banyak dana untuk mengamankan pasokan pangan.
"Faktanya adalah kita butuh US$ 44 miliar setiap tahun dan kita telah melihat bahwa US$ 1,34 triliun dolar per tahun dihabiskan untuk belanja senjata. Kita telah melihat kabar tentang kemungkinan menggerakkan triliunan dolar dana untuk mengatasi krisis finansial," kritik Diouf.
"Saya hanya berfikir kika memungkinkan untuk memobilisasi (dana-dana itu), maka ada kemungkinan juga untuk memberikan fokus lebih kepada 1 miliar penduduk yang kelaparan di dunia," ujarnya.
(ndr/dnl)










































