"Tahun ini joint study yang dilakukan Supreme Energy sudah selesai. Tahun depan akan masuk ke tahap ekplorasi selama dua tahun dan kami harapkan sudah bisa onstream pada tahun 2013," ujar Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah, Departemen Energi, Sugiharto Harsoprayitno di sela The Tenth Indonesia-Japan Energy Round Table, di Hotel Intercontinental MidPlaza, Jakarta, Senin (23/11/2009).
Sugiharto menjelaskan, meskipun joint study tersebut dilakukan oleh Supreme Energy namun tidak berarti perusahaan tersebut akan menjadi pengembang di wilayah kerja (WK) panas bumi tersebut.
Menurut dia, Supreme Energy harus tetap mengikuti lelang untuk dapat menjadi pengelola WKP yang memiliki kapasitas cadangan panas bumi sebesar 400 megawatthours itu.
"Tapi mereka tetap akan mendapatkan prioritas dalam lelang WK panas bumi tersebut. Jika saat lelang nanti mereka tidak dapat, maka pemenang lelang akan membayar seluruh biaya joint study yang dikeluarkan Supreme Energy ," ungkapnya.
(epi/dnl)











































