Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menyatakan, penarikan minyak tanah ini merupakan program jangka panjang yang harus dilaksanakan. Kalau tidak maka, subsidi pemerintah semakin besar.
"Namun dipastikan minyak tanah akan tetap tersedia karena penarikan akan dilakukan secara perlahan, tidak sekaligus," kata Tubagus Haryono di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jl. Diponegoro, Medan, Rabu (25/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Medan, penarikan minyak tanah yang dilakukan menyusul dilaksanakannya konversi minyak tanah ke elpiji memicu sejumlah aksi demonstrasi. Pada Rabu siang sekitar 100 warga yang menamakan diri Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) Pengguna Minyak Tanah (TMT) berdemo ke Kantor Walikota Medan kantor PT Pertamina di Medan untuk menyatakan penolakan konversi dan ingin tetap menggunakan minyak tanah.
Data dari Pertamina Region I Medan menyebutkan, pelaksanaan konversi di Sumut untuk tahap pertama berlangsung di lima kabupaten dan kota yakni Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Binjai dan Medan. Sebanyak 1.013.145 perdana paket kompor dan tabung gas sudah didistribusikan untuk masyarakat.
Konsekuensi dari pemberian paket tersebut, penarikan minyak tanah dilakukan dari kelima daerah itu. Hingga November 2009 total yang minyak tanah yang sudah ditarik sebanyak 10.300 KL dari alokasi 28.500 KL. Sementara pada Desember 2009 rencananya akan ditarik sebanyak 23.700 KL dari alokasi 29.350 KL.
(rul/dro)











































