Pengusaha Waswas Bulan Depan Nggak Bisa Produksi

Pengusaha Waswas Bulan Depan Nggak Bisa Produksi

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 14 Apr 2026 17:24 WIB
Industri tekstil dan garmen menghadapi tekanan berat setelah harga bahan baku melonjak dan rantai pasok terganggu.
Ilustrasi produksi.Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengungkapkan dunia usaha saat ini menghadapi tantangan yang berat imbas adanya perang di Timur Tengah. Kondisi ini membuat bahan baku yang mengandalkan impor terganggu.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam mengatakan terbatasnya bahan baku produksi yang tersebut bisa menyebabkan produksi terhenti.

Untuk bulan ini dan bulan depan, pengusaha masih belum mengetahui apakah bisa tetap produksi atau tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tengah pelemahan ekonomi, kemudian juga zaman perang Iran, supply chain juga mulai terbatas, ya. Kita enggak tahu nih, April atau Mei kita masih bisa produksi atau enggak. Ini situasi yang kita hadapi saat ini," ujar Bob dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan dengan Komisi IX DPR, Selasa (14/6/2026).

Bob mengungkapkan contoh nyata yang terjadi di lapangan adalah kelangkaan bahan baku plastik. Hal ini mengakibatkan harga tinggi dan bisa tidak produksi.

ADVERTISEMENT

Padahal kata Bob, plastik menjadi komponen penting dalam industri makanan dan minuman, terutama untuk kemasan. Ia mengaku sudah banyak pengusaha terkait hal ini.

"Sebagai contoh, bahan baku plastik sudah enggak ada, sudah langka. Padahal yang namanya makanan, minuman itu pakai plastik," katanya.

Dengan kondisi ini, ia berharap tidak berdampak terhadap tenaga kerja yang bekerja di sektor tersebut. Pengusaha pun meminta pemerintah untuk lebih fleksibel dalam mengatur birokrasi, khususnya terkait kebijakan impor. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat.

"Role-nya pengusaha itu harus bisa mengabsorb kenaikan dengan meningkatkan produktivitas. Role-nya pemerintah melakukan debirokratisasi, ya izin-izin dipermudah. Role-nya pekerja, pekerja sama dengan pengusaha untuk mengantisipasi hal seperti ini," terang Bob.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads