Pasokan gas tersebut rencananya berasal dari Total E&P Indonesie, Chevron Pasific Indonesia dan Pearl Energy Indonesia.
"Kami sudah beberapa kali bertemu dengan BP Migas (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi). Tanggal 15 Desember nanti, semuanya sudah fix," ujar Direktur Utama PKT, Hidayat Nyakman, saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (29/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan gas sebesar 80 MMSCFD tersebut, maka pabrik Kaltim-5 bisa memproduksi 2500 amoniak dan 3500 urea setiap harinya," ungkapnya.
Tender pembangunan pabrik Kaltim-5 sendiri, baru akan dibuka setelah mendapatkan jaminan pasokan gas dari BP Migas. Pabrik yang dibangun dengan nilai investasi sebesar US$ 60 juta tersebut, diharapkan sudah bisa beroperasi pada tahun 2013 atau 2014.
"Selama Kaltim-5 belum selesai dibangun, gas itu akan alokasikan untuk pabrik Kaltim-2," jelas Hidayat.
Namun Hidayat mengakui, hingga kini harga jual beli gas tersebut masih belum tercapai kesepakatan.
"Harganya belum deal. Itu semua akan dibahas pada 15 Desember nanti," pungkasnya. (epi/epi)











































