Pedagang Tanah Abang Ngeluh Pasar Sepi, Mendag Buka Suara

Pedagang Tanah Abang Ngeluh Pasar Sepi, Mendag Buka Suara

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 27 Mar 2026 16:03 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan sidak ke Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Menteri Perdagangan Budi Santoso. Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengeluhkan kini pasar jauh lebih sepi tidak seperti dulu. Keluhan itu sudah diterima langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso saat melakukan pertemuan dengan asosiasi pedagang beberapa waktu lalu.

"Kita ngobrol-ngobrol apa sih masalah sekarang yang terjadi di sana. Memang dia sampaikan ya memang nggak (ramai) kayak dulu lagi," ujar Budi saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menilai sepinya pasar saat ini bisa jadi disebabkan oleh adanya pergeseran pola dagang yang mungkin tidak terlihat secara langsung. Hasil pertemuan itu juga mengonfirmasi sebagian besar pedagang sudah memulai memindahkan sebagian lapaknya secara daring atau online.

"Kalau dibilang transaksinya turun, ya coba kita lihat ya. Tapi yang jelas kalau mereka sampaikan, mereka juga waktu itu bilang memang nggak kayak dulu, tetapi sebenarnya dia sudah berusaha selain jual secara fisik atau offline, tapi dia juga jual secara online," terang Budi.

ADVERTISEMENT

Dia juga menekankan pentingnya identifikasi produk yang dijual di lapak-lapak Tanah Abang. Menurut Budi, pedagang yang sempat menyambangi kantornya adalah mereka yang fokus memproduksi dan menjual produk dalam negeri.

"Tapi kita perlu coba cek ya. Cek di Tanah Abang itu barang-barangnya dari mana saja. Coba cek itu ya. Kan apakah sama-sama seperti dulu," tambah Budi.

Sebagai salah satu solusinya, pihaknya menyiapkan program agar pedagang Pasar Tanah Abang bisa naik kelas. Salah satunya, melalui business matching.Dia berharap dengan pedagang ikut pameran dan masuk ke ritel besar, pasar produk dalam negeri akan semakin dikenal luas dan tidak lagi hanya bergantung pada kunjungan fisik di Pasar Tanah Abang.

"Kemarin sudah sepakat sih sebenarnya kita terus diskusi. Ya ikut-ikut pameran, selama ini kan dia memang jarang ya, tapi sudah mulai membiasakan, siapa tau nanti dengan begitu semakin banyak dikenal oleh pasar ya oleh market gitu," jelas Budi.

(rea/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads