Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di Ball Room Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta siang ini (1/12/2009).
Menurut Hatta, rencana ini di luar dari program 10 ribu Megawatt. Namun, target penyelesaian rencana ini hingga 8 bulan mendatang tersebut memiliki persyaratan yaitu adanya pendanaan.
"Kita harapkan bisa selesai 8 bulan, dengan catatan financing -nya ada, ini untuk shortage saja lho. Di luar 10 ribu MW," ujar Hatta.
Hatta menegaskan persoalan listrik merupakan persoalan yang sangat darurat karena bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai target 6,3-6,8% hingga 2014 dibutuhkan 3.000 Megawatt per tahun.
"Persoalan listrik ini persoalan yang menyita perhatian kami karena bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi kalau tidak diatasi kekurangannya. kalau lihat angka pertumbuhan, kebutuhan listrik 3.000 megawatt per tahun," jelas Hatta.
Hatta menyatakan persoalan ini tidak bisa ditanggung PLN sendirian karena harus ada perbaikan secara fundamental dan ada perbaikan pada energi primer.
"Ini mustahil ditanggung sendirian oleh PLN. Karena itu dengan perbaikan fundamental, kalau lihat dari kebijakan tarif kita maka harus ada perbaikan dari sisi itu juga perbaikan pada energi primer," jelas Hatta.
(nia/dnl)











































