"Bulan April (2010) jadwalnya Posco mau kemari lagi untuk menandatangani joint venture agreement, bulan Agustus-nya mulai pekerjaan fisik," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat usai acara MoA antara Posco dengan KS di Kantor Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/12/2009).
Hidayat mengatakan, dengan adanya kesepakatan ini setidaknya menjadi titik awal penambahan kapasitas produksi baja nasional yang selama ini hanya mencapai 4,5 juta ton, termasuk diantaranya 2,5 juta ton diproduksi oleh KS. Padahal kebutuhan baja dalam negeri setian tahunnya bisa mencapai 9 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahap pertama ini semuanya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk kebutuhan membuat kapal-kapal besar," kata Fazwar.
Sedangkan untuk tahap kedua akan dilakukan konstruksi pada tahun 2011 dengan kapasitas 3 juta ton, sehingga total pembangunan dari tahap pertama dan kedua dilakukan selama 5 tahun. Dari jumlah produksi ditahap kedua sebanyak 30% akan diekspor ke Vietnam untuk memenuhi pabrik baja Posco yang memproduksi baja hilir. "Kita jadi basisnya di sini," katanya.
Lokasi pabrik baja patungan itu akan berada di Krakatau Industrial Estate yang akan menempati lahan seluas 350 hektar, saat ini masih ada 60 hektar sedang difinalisasi oleh pihak Walikota Cilegon.
Posco merupakan produsen baja terbesar di di Korea Selatan dengan kapasitas produksi baja 30,5 juta ton per tahun, sedangkan KS merupakan perusahaan baja plat merah yang memproduksi baja terbesar di Indonesia hingga 2,5 juta ton per tahun.
(hen/ang)











































