"Kalau orang beranggapan nonaktif saya bilang tidak perlu. Pansus berjalan. Jangan pancing saya seperti itu, saya ketua tim sukses SBY-Boediono, saya ingin lihat SBY dan Boediono bisa sampai bersama-sama, dengan apa yang kita sudah canangkan," tegas Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (11/12/2009).
Desakan mundur Sri Mulyani dan Boediono akhir-akhir ini muncul karena keduanya dianggap ikut bertanggung jawab dalam penyelamatan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.
Namun, menurut Hatta hal itu tidak perlu terjadi. Ia berharap pemerintahan SBY-Boediono tetap utuh selama masa jabatannya sampai 2014.
Dalam kesempatan tersebut, Hatta juga menyinggung masalah perseteruan Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie. Menurutnya perseteruan ini harus diselesaikan secara baik-baik agar tidak menimbulkan dampak terhadap kinerja perekonomian dalam negeri. Atau mengurangi masuknya investasi di Indonesia.
(dnl/qom)











































