Libur Panjang Pangkas Produksi Sektor Industri

Libur Panjang Pangkas Produksi Sektor Industri

- detikFinance
Senin, 21 Des 2009 18:59 WIB
Libur Panjang Pangkas Produksi Sektor Industri
Jakarta - Libur-libur panjang yang berlangsung marathon sepanjang pekan-pekan terakhir bulan Desember 2009 dipastikan mengurangi produksi beberapa sektor industri dalam negeri. Terlebih lagi menjelang pelaksanaan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China para pelaku usaha mulai mengerem produksi dan lebih memilih untuk menunggu.

"Sudah ada gejala menghentikan produksi, dengan adanya libur-libur ini," kata Ketua Umum Asosiasi Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo saat dihubungi, Senin (21/12/2009).

John menjelaskan, pemanfaatan kapasitas produksi (utilisasi) industri lampu pada bulan November-Desember 2009 mulai menukik tajam dari 15%, turun hingga 10%. Padahal industri lampu dalam negeri memiliki kapasitas produksi 200 juta unit lebih.

Selain faktor libur panjang di akhir tahun, menurut John, pengurangan produksi ini terjadi karena pengusaha masih menahan produksi dari kemungkinan terburuk pelaksanaan FTA ASEAN-China di tahun depan.

"Bagaimana kita nggak kurangi produksi, impor lampu dari China saja sampai 10-11 juta per bulan. Produksi kami benar-benar turun, puncaknya di bulan Oktober, November dan Desember. Jadi kami menunggu saja," katanya.

Setali tiga uang, sektor industri alas kaki pun mengakui hal yang sama. Libur akhir tahun dan dimulainya pelaksanaan FTA ASEAN-China menjadi satu paket bagi pelaku usaha industri alas kaki sengaja untuk meliburkan diri dengan mengurangi produksinya.

"Sekarang nggak ada yang bisa dikerjakan, tinggal  menunggu waktu saja. Saya sekarang saja sudah mulai libur," kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprsindo) Edy Widjanarko saat dihubungi terpisah.

Ia mengatakan setidaknya pengurangan produksi bisa mencapai 20% dari produksi normal per bulannya di Desember ini.

Namun hal yang berbeda terjadi pada industri baja yang selama ini dianggap paling rawan terhadap kinerja produksi terutama dikaitkan dengan FTA China. Sektor industri baja justru berproduksi normal.

Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel (KS) Irvan Kamal Hakim mengatakan sepanjang bulan Desember 2009 ini, justru perseroan menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan yang sempat lesu beberapa bulan lalu. PT KS setidaknya tetap beroperasi dengan utilisasi hingga 90%.

"Sampai Desember ini KS tetap produksi full , total volume baja yang dikirim ke pasar adalah 170.000 ton, berbagai jenis dan berbagai penggunaan baja," kata Irvan.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads