"Iya benar, suratnya sudah saya kirimkan," ujar Rudiantara singkat saat dikonfirmasi detikFinance.
Menurut sumber detikFinance , pengunduran diri itu disebabkan karena Rudiantara merasa penempatannya sebagai profesional bisnis dan keuangan di salah satu BUMN terbesar di Indonesia ini telah diselesaikannya dengan baik.
Selain itu, Rudiantara dikabarkan sudah menerima tawaran posisi lain yang diberikan dan saat ini sedang dipertimbangkan.
Rudiantara menjabat sebagai Wakil Dirut PLN selama hampir dua tahun. Rudiantara selama ini cukup aktif mencari pendanaan korporasi proyek-proyek PLN. Aksi korporasi pencarian pinjaman Dollar dan Rupiah tersebut berbentuk kredit sindikasi dalam dan luar negeri.
Sebagian lagi berbentuk komitmen pendanaan proyek 10 ribu MW. Dalam status terakhirnya, 100 persen proyek 10 ribu MW tahap pertama telah mendapatkan komitmen pembiayaannya. Tercatat PLN berhasil mendapatkan sekitar Rp 100 triliun pinjaman perusahaan yang terdiri dari Rp 65 triliun pada 2009, dan Rp 35 triliun di 2008. Sebagian dana tersebut juga digunakan untuk menutupi 100 persen biaya proyek 10.000 MW tahap pertama.
Sebelum menjadi Wadirut PLN, Rudiantara juga pernah sukses meningkatkan kinerja PT Semen Gresik (Tbk) selama hampir dua tahun.
Pengunduran Rudiantara ini terjadi sehari sebelum Dahlan Iskan dilantik sebagai Dirut PLN. Menurut informasi yang diperoleh detikFinance , Dahlan akan dilantik sebagai Dirut PLN pada Rabu, 23 Desember 2009 pukul 15.00 WIB.
Menneg BUMN Mustafa Abubakar sebelumnya juga memastikan posisi Wakil Dirut PLN dalam jajaran direksi baru nanti sudah tidak ada lagi.
"Karena menyesuaikan dengan posisi direktur yang mengatakan bahwa lebih proper tidak usah ada posisi Wakil Dirut," ungkap Mustafa. (qom/dnl)











































