"Dengan selesai dibangunnya peralatan ini diharapkan Semen Gresik mampu mensuplai kebutuhan semen (dalam bentuk Bulk dan Bag ) di wilayah ini secara maksimal efektif dan efisien," tutur Direktur Utama, Dwi Soetjipto dalam siaran persnya dikutip detikFinance , Senin (28/12/2009).
Dwi memaparkan pembangunan Packing Plant tersebut dilakukan mengingat sering terhambatnya pasokan Semen Gresik ke daerah Banten, Jawa Barat dan DKI yang didistribusikan melalui angkutan darat dan laut.
Menurut dia, volume semen yang dikirim melalui jalur darat dari Plant Tuban tidak dapat optimal dan kontinuitas serta stabil karena jalan raya yang sudah padat. Sedangkan distribusi melalui angkutan laut juga masih terkendala terutama saat unloading yang masih dilakukan secara manual dan sangat tergantung pada kesiapan truk.
Keberadaan Packing Plant juga diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan karena baik kapal maupun Pakcing plant dilengkapi Dust Collector (peralatan penangkap debu), pengaturan distribusi yang baik dan sebagai bagian dari strategi PTSG dalam pengembangan yang berkesinambungan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, proyek ini akan berkontribusi dalam menjaga kestabilan pasokan semen di daerah Banten, DKI dan jawa Barat.
Packing Plant merupakan sebuah peralatan penyimpanan semen lengkap dengan sistem unloading dan loading yang efektif dan efisien. Peralatan ini dilengkapi dengani Silo daya tampung semen 10.000 Ton dengan kapasitas release minimal 300 Ton/jam dan Packing Machine dengan kapasitas release minimal 2200 bag/jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Packing Plant ini dilengkapi dengan 2 pencatat timbangan masing-masing di Mesin Packaging (Roto Packer,) dan Truck Scale yang ditera oleh Balai Pengelolaan Meteorologi propinsi Banten
Proyek ini mulai dibangun sekitar pertengahan Pebruari 2009 dan berhasil diselesaikan akhir Oktober lalu dan diresmikan operasi komersialnya pada tanggal 28 Desember 2009 setelah melalui serangkaian uji coba yang ketat.
(epi/qom)











































