Hal ini disampaikannya usai melantik Direktur Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan di Graha Sawala Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis malam (31/12/2009).
Menurut Sri Mulyani, perekonomian Indonesia pada tahun 2009 sudah baik walaupun pada tahun itu, perekonomian dunia dalam kondisi krisis. Banyak indikator kesuksesan perekonomian yang bisa dirasakan masyarakat seperti peningkatan daya beli dan kesejahteraan masyarakat dengan penurunan angka kemiskinan yang disebabkan penurunan inflasi dan stabilitas nilai tukar yang terjaga bahkan cenderung menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani menambahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak mengalami dampak seburuk negara lain. Indonesia masih bisa mempertahankan berbagai aktivitas ekonomi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, seperti tersedianya kesempatan kerja dan pemerataan pembangunan. Padahal pada tahun 2009, Indonesia juga menghadapi Pemilu.
"Jadi momentum pada tahun 2009 sangat menantang. Namun kesulitan itu telah bisa kita atasi pada saat Republik Indonesia menghadapi Pemilu, untuk legislatif dan eksekutif, ini juga dianggap sebagai prestasi yang sangat luar biasa," ujar Sri Mulyani bangga.
Oleh karena itu, tambahnya, tahun 2010 ini diharapkan menjadi waktu yang tepat untuk mengakselerasi seluruh kegiatan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Caranya, dengan menggunakan seluruh sumber daya ekonomi beserta instrumennya, baik dengan pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, pemberian subsidi, perbaikan dari sisi pendapatan, maupun dari sisi kualitas pendidikan dan kesehatan.
"Harapan pada tahun 2010, janganlah prestasi yang telah kita capai itu disia-siakan, dikapitalisasi, tetapi harus dimanfaatkan agar kita tidak kehilangan momentum," tegas Sri Mulyani.
(nia/qom)










































