Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (4/1//2009).
"Perdagangan Indonesia dari 2006, 2007, 2008, 2009 defisit terus dengan ASEAN," ungkap Rusman.
Berdasarkan data dari BPS tahun 2008, perdagangan Indonesia dengan Thailand untuk ekspor senilai US$ 3,66 miliar dan untuk impor senilai US$ 6,33 miliar. Sedangkan perdagangan Indonesia dengan Singapura senilai US$ 12,86 miliar untuk ekspor dan US$ 21,79 miliar untuk impor.
Begitupun dengan nilai perdagangan Indonesia dengan Malaysia yang juga defisit. Untuk ekspor RI-Malaysia US$ 6,34 miliar, sedangkan impornya US$ 8,92miliar.
Sedangkan untuk nilai perdagangan Indonesia dengan China, Rusman menyatakan defisitnya lebih besar dibandingkan dengan defisit intra-ASEAN.
Berdasarkan data BPS dari Januari-November 2009, nilai perdagangan Indonesia-China ekspornya sebesar US$ 7,71 miliar sedangkan impornya US$ 12,01 miliar. Nilai perdagangan Indonesia dengan ASEAN per Januari-November 2009, ekspor US$ 16,48 miliar dan impor US$ 19 miliar.
Oleh karena itu, Rusman mengingatkan agar Indonesia berusaha lebih keras lagi apalagi dalam menghadapi China ASEAN Free Trade Agreement sehingga perdagangan Indonesia tidak semakin buruk.
"Memang perdagangan kita sudah buruk tapi jangan diperburuk lagi. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan peluang agar paling tidak seimbang perdagangan kita dengan China dan ASEAN," harap Rusman.
(nia/dnl)











































