Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Bambang Setiawan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (6/1/2009).
"Diakan (Newmont) baru dapat fase 6 dan 7 dari Kehutanan. Pada waktu dia perluasan tambang, produksi turun. Kemudian nanti naik lagi," ujar Bambang.
Bambang menyatakan pada tahun 2009 realisasi produksi tembaga mencapai 868.171 ton dan akan meningkat menjadi 1.016.949 ton di 2010. Sementara untuk tahun berikutnya turun menjadi 644.098 ton.
Sedangkan untuk realisasi produksi emas tahun 2009 mencapai 105.404 Kg dan pada tahun ini akan meningkat menjadi 115.998 Kg. Sementara untuk tahun 2011 akan turun drastis menjadi 91.717 Kg.
Data Ditjren Minerbapabum menyebutkan produksi batubara tahun ini ditargetkan mencapai 250 ribu ton, tembaga 1.016.949 ton, emas 115.998 Kg, Perak 261.897 Kg, Logam Timah 105.000 ton, Ni+Co in matte 77.700 ton, bijih Nikel 11.064.084 ton, feronikel 18.276 mt, Bauksit 10.284.923 mt, Intan 96.000 crt, bijih besi 4.125.235 mt, dan granit 2.029.294 m3.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan produksi timah mulai tahun 2010 hingga 2013 dipatok sebesar 105.000 ton.
"Sebenarnya itu bukannya dicap. Kira-kira harga berapa pun kita mau ambil maksimum. Tapi sebenarnya kaya sekarang yang 2009 di bawah 100 ribu karena harganya tidak begitu bagus," papar dia.
(epi/dnl)











































